Kau yg memuja purnama...
Mengukur panjang penantian
utk garis tipis yg kau namai cinta
bukankah sabit teramat indah
lekukan serupa angan
yg tinggi membuai hingga kemudian meluncur dan meluluh lantakkan otakmu dlm duka
kembali memeluk bayang semu
menunggu saat purnama berikutnya datang dan mengeringkan bening yg kau teteskan
tegal 7 juli 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar