Aku sebentuk kata yg kau namai DUSTA
menghiasi lidah dan otakku
utk mahkota kepuasaan
iramaku mengalir dlm tarian pena
menyetubuhi keluguan sikapmu
sorak kemenangan bergema
menyeruak d antara luka
kubiarkan membusuk
meninggalkan gumpalan bara dendam d hatimu
merataplah......
bersama kepekatan malam
biar kunikmati alur dukamu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar